Senin, 21 Juni 2010

Sistem kerja PLC

PLC menerima sinyal input dari peralatan sensor berupa sinyal on off. Apabila input berupa sinyal analog, maka dibutuhkan input analog modul yang mengkonversi sinyal analog menjadi sinyal digital. Sinyal ini akan dikirim ke Central Processing Unit untuk diproses sesuai program yang telah dibuat. Hasil pemrosesan berupa sinyal keluaran digital yang dikirim ke modul output

untuk menjalankan aktuator. Jika aktuator membutuhkan sinyal analog, maka dibutuhkan analog output modul.
1.Perangkat keras PLC

PLC mempunyai kemiripan struktur dasar dengan komputer karena pada dasarnya PLC merupakan perangkat yang berbasiskan mikroprosesor. Komponen dasar PLC adalah:
1. Central Processing Unit atau disebut juga Central Controlling Unit, terdiri atas bagian: Processor, memory, dan power supply.
2. Struktur input/output.
3. Program device

1. Central Controlling/Processing Unit
CCU merupakan otak dari PLC, dimana ia akan mengendalikan dan mengawasi jalannya operasi dalam PLC sesuai dengan instruksi program yang tersimpan dalam memori. Suatu jalur komunikasi internal akan membawa informasi dari dan ke CCU, memori, unit I/O, dengan dikendalikan oleh CCU. Sistem CCU pada PLC berbasis mikroprosesor.
2. Memori
Karakteristik terpenting PLC adalah kemudahan pemakai dalam mengganti program dengan mudah dan cepat. Kemudahan ini didapatkan karena arsitektur PLC yang dilengkapi dengan sistem memori. Sistem memori yang dimaksud adalah tempat pada CCU yang dapat menyimpan data-data urutan instruksi ataupun program yang nantinya akan dieksekusi oleh prosesor. Sistem memori PLC terdiri dari dua macam:
Executive memori: atau disebut juga memori sistem operasi. Sistem memori ini adalah tempat menyimpan program yang menangani operasi PLC. Program permanen ini menjalankan aktivitas seluruh sistem seperti eksekusi program, komunikasi peralatan, dll. Bagian ini menyimpan instruksi-instruksi software seperti instruksi internal relay, block transfer, instruksi aritmatik dll.
Application memori: Sistem ini untuk menyimpan instruksi program yang dimasukkan oleh pemakai untuk menjalankan proses kendali tertentu. Di samping itu terdapat memori penyimpanan status (status register) input/output dan status fungsi dalam PLC itu sendiri seperti timer dan counter.
3. Modul input/output
Modul I/O dari suatu PLC merupakan komunikasi atau hubungan PLC dengan dunia luar. Dengan modul ini maka PLC mampu mengendalikan suatu proses. Unit I/O ini mempunyai karakteristik yang berbeda-beda sesuai dengan jenis PLC nya. Ada PLC yang mempunyai 8 bit I/O digital tetapi dapat juga terdapat modul extended I/O yang memungkinkan PLC memiliki banyak I/O. Tiap I/O ini mempunyai alamat tersendiri yang akan digunakan pada program. Modul input PLC berhubungan dengan elemen sensor yang memberikan informasi keadaan proses. Sinyal informasi ini akan diolah sesuai dengan program yang telah dibuat oleh CCU. Sedangkan modul output PLC berhubungan dengan elemen aktuator yang akan memberikan aksi kendali kepada plant. Apabila input berupa sinyal analog, maka dibutuhkan suatu modul input analog yang berfungsi sebagai ADC. Modul ini juga akan mengkondisikan sinyal input sehingga range input analog menjadi sesuai dengan range input ADC (scaling). Begitu juga dengan output, apabila aktuator membutuhkan sinyal analog maka dibutuhkan modul output analog. Dengan demikian PLC mempunyai kemampuan lebih dengan menerima input dan memberikan output analog dengan pemrosesan sinyal secara digital.
4. Programming Device.
Bagian ini merupakan elemen yang berinteraksi dengan pemakai. Alat ini memudahkan pemakai dalam memprogram ataupun mengubah program PLC. Apabila PLC sudah terprogram, maka alat ini tidak diperlukan lagi dan PLC bekerja secara mandiri. Alat ini dapat berupa handheld programmer/console berbentuk seperti kalkulator kecil untuk memasukkan program. Programming device dapat juga berupa personal computer dengan software tertentu yang dikeluarkan oleh pembuat PLC. Masing-masing alat, mempunyai kelebihan dan kekurangan. Hand-held programmer bentuknya kecil dan praktis digunakan di lapangan, tetapi tidak komunikatif dengan user karena tampilan programnya hanya satu baris. Sedangkan PC tidak mudah dibawa atau dipindahkan ke lapangan tetapi cara pemrogramannya lebih mudah karena software-nya telah dirancang untuk memudahkan.
5 Modul-modul tambahan
Untuk melengkapi kemampuan PLC maka digunakan modul tambahan:
I/O analog seperti yang telah dijelaskan di atas
Modul controller yang didalamnya terdapat berbagai macam aksi pengendalian seperti P, I, PI, PD, PID. Untuk keperluan tertentu, pembuat PLC menambahkan pengendali model servo-mekanik dan servo-pneumatik, sebagai contoh adalah perusahaan Festo.
Modul komunikasi. Modul ini membuat PLC dapat berhubungan dengan PLC lainnya, dengan PC, ataupun dengan alat pemrogram. Hubungan antara satu PLC dengan PLC lainnya memungkinkan terwujudnya DCS (Distributed Control System). Sedangkan hubungan antara PLC dan PC memungkinkan terwujudnya sistem SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition). Kedua sistem ini banyak digunakan dalam kontrol proses di industri. Komunikasi antar perangkat dapat menggunakan RS 232.
Extended I/O serta memori tambahan.


0 comments:

Posting Komentar

Kritik dan saran sangat berguna bagi saya untuk perbaikan Blog ini,
Terima kasih atas kunjungan anda..