Minggu, 13 Juni 2010

PERAWATAN DAN PERBAIKAN

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja PC Anda, antara lain :
 Panas yang tinggi.
 Debu
 Magnetik
 Sengatan Elektromagnetik (petir).
 Salah memilih Voltase dan keluaran dari Power.
 Air dan korosi

Persiapan
Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum memulai, seperti :
 System backup software dan media yang dapat digunakan untuk menyimpan data yang penting dalam PC.
 Diagnostic Software seperti SCANDISK atau Norton Utility dan produk tambahan seperti disk tools, virus scanner dan berbagai check utilities lainnya untuk menjaga apabila ada masalah yang mungkin timbul.
 Obeng nonmagnetik untuk membuka tutup PC dan membuka expansion board serta peralatan dalam PC seperti drive, harddisk dan lain-lain.
 Wadah untuk mur dan perlatan selama melakukan perawatan.
 Antistatic untuk menghindari arus static sewaktu bekerja didalam PC.
 Conector Cleaner untuk membersihkan (kain/serbet).
 Karet atau bahan yang dapat digunakan untuk mengorganisir kabel agar tidak bersliweran tak menentu.
 Alat peniup debu atau kuas yang lembut

Analisa Masalah & Perawatan
Hal yang perlu diperhatikan adalah :
1. Apakah instalasi perkabelan eksternal sudah benar.
2. Apakah konektor sudah dibaut dengan benar.
3. Peralatan apa saja yang terhubung dengan PC
4. Apakah PC dekat dengan jendela?
5. Apakah bagian PC terkena sinar matahari secara langsung pada siang hari?
6. Pastikan harddisk mempunyai backup.
7. Jalankan Diagnostic utility. Adalah ide yang baik jika menjalankan SCANDISK untuk melihat persentase cluster yang mungkin hilang.
8. Jika menggunakan komputer DOS, periksa AUTOEXEC.BAT dan CONFIG.SYS untuk menemukan problem seperti kelebihan jumlah BUFFERS misalnya.
Jika menggunakan komputer Windows, lihat pada file INI dan perhatikan juga apabila system menunjukkan banyak pesan kesalahan seperti missing device atau conflic serta crash dalam program dengan catatan spesifik tentang stack atau buffers misalnya.
9. Bongkar PC.
10. Groundkan diri Anda.
11. Bersihkan konektor dengan menggunakan cleaner dan serbet.
12. Tekan chip yang terdapat pada motherboard untuk mengetatkannya.
13. Gunakan alat peniup debu untuk membersihkan sirkuit board pada motherboard dan harddisk.
14. Pasang kembali PC. Pastikan seluruh kabel terpasang dengan benar pada tempatnya.
15. Jalankan kembali program diagnostik.
16. Pastikan semua obeng yang dibutuhkan ada.

Troubleshooting PC Problems

Setelah selesai dengan persiapan, selanjutnya dapat Anda lakukan pemeriksaan pada software dan hardware, seperti :
1. Periksa kesalahan operator atau kesalahan setup pada hardware atau instruksi yang terbalik pada PC.
2. Pastikan semua kabel yang dibutuhkan terpasang pada tempatnya dengan benar.
3. Periksa software, termasuk program files dan driver.
4. Periksa tanda-tanda eksternal, seperti power LED yang berkedip atau tidak menyala sama sekali, suara-suara ganjil dan gangguan pada monitor.
5. Jalankan program diagnostic.
6. Jika semua perlakuan diatas gagal, bongkar PC. Matikan PC, lepaskan power, buka tutup casing dan lihat tata letak perkabelan dan koneksi power, peletakan board dan memory modul serta hal lain yang dianggap penting.

Aturan Utama Troubleshooting
1. Catat segalanya.
2. Lakukan yang mudah terlebih dahulu.
3. Boot ulang dan coba lagi.
4. Sederhanakan software/hardware.
5. Lakukan penggambaran, pisahkan komponen dan test.
6. Jangan pernah berasumsi
7. Jangan percaya siapapun, Dokumentasi/manual terkadang tidak benar.
8. Lakukan observasi layaknya detektif.

1.Catat segalanya

Anda sudah mengetahui bahayanya tidak membuat dokumentasi PC. Dengan adanya dokumentasi yang baik akan memudahkan dalam mengembalikan penggantian/perubahan komponen yang Anda lakukan. Akan lebih baik apabila Anda membuat catatan kecil masalah yang timbul pada saat Anda melakukan pemeriksaan pada PC.
2.Lakukan yang mudah terlebih dahulu
Troubleshooter yang tidak berpengalaman dan malas mencoba menghemat waktu dengan tidak membuat catatan, berbuat sebelum berpikir dan melalap semua komponen dan informasi konfigurasi sampai berhenti tanpa dapat memikirkan langkah selanjutnya.
Sementara itu troubleshooter yang berpengalaman melihat kedepan dan berpikir bagaimana bila tidak dapat memberbaikinya maka ia tidak ingin membuat lebih banyak masalah baginya jika tidak diperlukan. Dan kemudian membuat catatan dan diagram semua peralatan sehingga tidak perlu membuat rambutnya awut-awutan pada saat berusaha memasang kembali komponen komputer tersebut. Troubleshooter yang baik akan melakukan hal yang mudah terlebih dahulu, misalnya ada masalah pada Video dan bukan pada software maka ada empat hal yang harus diperiksa: motherboard, video board, kabel atau monitor. Yang mana akan diperiksa pertama? Yang mudah, kabelnya.
3.Boot ulang dan coba lagi
Komputer dapat diaktifkan dengan adanya fluktuasi pada power suply berupa tegangan dengan durasi 4 millidetik. Itu artinya jika power hilang untuk 1/200 detik, tidak akan terlihat kedipan pada lampu dan TV. Akan tetapi beberapa bytes memori komputer menjadi teracak. Hasilnya program yang sedang berjalan dengan baik tiba-tiba berhenti.
Hal ini dapat terjadi karena hampir semua orang menggunakan mesin photocopy pada saat yang sama di gedung kantor Anda atau juga karena sengatan matahari yang mengganggu chip memory pada komputer. Itu tidak masalah, jawaban cepat atas semua masalah ini adalah ulangi dari awal dengan reboot komputer Anda.
4.Sederhanakan software/hardware
Rata-rata PC mempunyai beribu screen saver, aplikasi, program yang bekerja pada background dan program driver untuk sound board, network card, video board, mouse dan lain sebagainya. Menentukan sumber masalah akan sangat sulit bila banyak interaksi antara hardware dan software. Artinya adalah ide yang baik untuk mengurangi sebanyak mungkin sebelum memulai diagnosa PC tersebut.
Sebagai contoh, boot tanpa network. Memory resident atau program TSR (Terminate and Stay Resident, menunjukkan fakta bahwa memory resident tersebut tetap dalam memory) dapat mempengaruhi fungsi system. Dapat saja karena hal itu pada drive E: tidak dapat diformat karena terdapat software LAN yang terloading. Cek system operasi untuk pilihan clean boot atau lihat AUTOEXEC.BAT untuk memastikan program apa saja yang dijalankan dan lihat apakah masalah menghilang.
Troubleshooting pada software sama seperti troubleshooting pada hardware: pecahkan dan taklukkan. Setiap bagian software yang berjalan adalah bagian dari system dan Anda ingin memperkecil jumlah bagian yang harus dihadapi, TSR adalah bagian termudah untuk disingkirkan.
5.Lakukan penggambaran, pisahkan komponen dan test
Misalkan salah seorang teman Anda menanyakan, “Mengapa Microsoft Word tidak dapat diprint pada Printer Laser baru Saya?”.
Sederhana saja, katakan saja printer laser terhubung dengan kabel, terhubung dengan paralel port atau USB dan terhubung dengan motherboard yang menjalankan software. Maka jenis masalah dapat dibagi menjadi: printer laser, kabel, parallel port atau USB, motherboard dan software. Tiap bagian tersebut dapat diisolasi dan ditest. Untuk mengetest hardware terkadang membutuhkan peralatan yang mahal. Akan tetapi software dapat digunakan dengan banyak cara, yang paling sering yaitu dengan setup dan configurasi. Dengan menggunakan software akan lebih besar kesempatan menemukan jawaban permasalahan.
6.Jangan pernah berasumsi
Akan sangat mudah untuk menyalahkan sesuatu. Jangan memberikan asumsi sebelum melakukan check dan recheck.
7.Jangan percaya siapapun, dokumentasi/manual terkadang tidak benar.
8.Lakukan observasi layaknya detektif

MUDAH-MUDAHAN APA YANG DI BLOG INI BISA BERMANFAAT BUAT TEMAN-TEMAN SEKALIAN

0 comments:

Posting Komentar

Kritik dan saran sangat berguna bagi saya untuk perbaikan Blog ini,
Terima kasih atas kunjungan anda..